Skip to main content

BENCI DAN CINTA

Semua bingung.

Terkejut. 
Tersentak.
Dalam sekejap kerlipan.
Benci seakan berkuasa penuh.

Merasuk jauh ke dalam nurani.
Membutakan mata.
Mengaburkan pandang.
Tiada lagi dikenal kawan. Tiada lagi dikenal saudara.
Hanya nafsu semata.
Hanya kepentingan diri yang menyeruak.

Sesungguhnya, semua lupa.
Benci tidak muncul begitu saja.
Sejak dulu ia ada.
Sejak dulu ia mengendap-endap.
Mencari mangsa.
Mencari mereka yang memberi diri untuk dirasuki.

Manusia silih berdatangan dan pergi
Dunia berputar.
Kehidupan berganti
Namun benci tetap, laksana cerita yang tiada akhir.

Ia ada.
Ia hidup.
Ia diwariskan.
Ia dijaga.
Ia disebarkan.
Seakan ditakdirkan menemani kisah manusia hingga akhir dunia kelak.

Sekali lagi.
Semua lupa.
Semua hanya memandang benci.

Padahal, benci tidak sendiri.
Ia memiliki sahabat karib.

Sahabat yang bahkan ditakdirkan hidup melampaui jaman.
Sebutlah ia Cinta.

Cinta menyiram dimana benci mencabut.
Cinta merawat dimana benci menggoreskan luka.
Cinta menumbuhkan harap, dimana benci menyisakan putus asa.
Cinta memberi senyum, tatkala benci menyebabkan air mata.
Cinta memberi nyawa, ketika benci merenggut nyawa.

Oleh Cinta, ada damai.
Oleh Cinta, ada maaf.
Oleh Cinta, ada kawan.
Oleh Cinta, ada sahabat.

Pandanglah Cinta itu.
Rasakan hangatnya menyinari hati.
Resapi damainya memenuhi jiwa.
Menggerakan raga kita untuk berbagi. Memeluk. Mencinta.

Kiranya manusia tidak lagi lupa.
Ada benci. Ada pula cinta.

Kiranya kita memilih yang tepat.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Dari Balik Kemudi

ANGKUTAN UMUM DI KOTA METROPOLITAN ilustrasi: mikrolet Jakarta, Perkembangan Sebuah Metropolitan Jakarta atau juga dikenal sebagai Provinsi DKI Jakarta adalah kota provinsi yang terletak di utara Pulau Jawa. Berdasarkan letak geografisnya, Jakarta berbatasan langsung dengan dua provinsi lainnya, yaitu Banten dan Jawa Barat. Merilis data yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta pada Januari 2009, Jakarta memiliki luas sekitar 740 km² dan penduduknya berjumlah 8.489.910 jiwa. Kota Jakarta sebagai sebuah kota mandiri memiliki sejarah yang amat panjang. Kota ini telah berkembang sejak abad ke-16, dan pada masa itu dikenal dengan nama Kalapa. [1] Pada masa tersebut, Jakarta telah menjadi pusat berbagai kegiatan, baik itu yang berkaitan dengan politik, ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. Pemusatan itu salah satunya dipengaruhi oleh letak Jakarta yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga menjadi tempat transit bagi perdagangan rempah-rem...

Bersama Singkong, Sidik Mengejar Kesuksesan

Beberapa saat lalu, saya sudah menuliskan perjuangan dari seorang pengusaha kerupuk singkong dari Bekasi. Berikut beberapa foto yang diambil penulis. Sidik tengah duduk di ruang tamu rumahnya. Tampak di latar foto dirinya bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menerima penghargaan dari salah satu stasiun tv swasta. Sidik di atas sepeda motor yang digunakan untuk menjual keripik buatannya ke Jakarta. Sidik dan sepeda motor yang merupakan hadiah atas penghargaan yang diterimanya dari salah satu stasiun tv swasta. Sepeda motor ini khusus dimodifikasi untuk mengakomodir kekurangan yang dimiliki Sidik. Sidik tengah memperhatikan potongan singkong yang sedang  dijemur. Terkadang ia harus menghalau kambing-kambing yang tertarik dengan singkongnya. Sidik dan singkong yang sudah kering dijemur . Salah satu peralatan yang digunakan untuk membuat kerupuk singkong. Dengan alat ini, singkong yang masih mengandung air diperas hingga kering. Da...

Mencari Kesembuhan di Tepi Rel Kereta

Pengobatan Terapi Rel Listrik Di tengah kota megapolitan seperti Jakarta, kesehatan ternyata masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar warganya. Meski difasilitasi dengan kartu tanda penduduk miskin, masyarakat luas masih kesulitan untuk mendapatkan pelayanan yang layak.  Dampaknya, pengobatan alternatif menjadi pilihan terakhir masyarakat ketika pelayanan medis tidak lagi dapat terjangkau. Salah satunya adalah "terapi" rel listrik yang dilakukan di dekat Stasiun Kereta Api Rawa Buaya. Meski belum dapat dipastikan secara medis, banyak warga yang mengaku mendapatkan manfaat melalui pengobatan ini.  Banyaknya warga yang berbaring di rel kereta menjadikan PT KAI memberlakukan larangan karena dapat mengakibatkan kecelakaan. Namun, ini tidak mengurungkan niat warga yang mencari kesembuhan. Belasan warga duduk di rel kereta di dekat Stasiun Kereta Api (KA)  Rawa Buaya pada sore hari. Adanya larangan tidak dihiraukan oleh masyarakat ...