Skip to main content

BENCI DAN CINTA

Semua bingung.

Terkejut. 
Tersentak.
Dalam sekejap kerlipan.
Benci seakan berkuasa penuh.

Merasuk jauh ke dalam nurani.
Membutakan mata.
Mengaburkan pandang.
Tiada lagi dikenal kawan. Tiada lagi dikenal saudara.
Hanya nafsu semata.
Hanya kepentingan diri yang menyeruak.

Sesungguhnya, semua lupa.
Benci tidak muncul begitu saja.
Sejak dulu ia ada.
Sejak dulu ia mengendap-endap.
Mencari mangsa.
Mencari mereka yang memberi diri untuk dirasuki.

Manusia silih berdatangan dan pergi
Dunia berputar.
Kehidupan berganti
Namun benci tetap, laksana cerita yang tiada akhir.

Ia ada.
Ia hidup.
Ia diwariskan.
Ia dijaga.
Ia disebarkan.
Seakan ditakdirkan menemani kisah manusia hingga akhir dunia kelak.

Sekali lagi.
Semua lupa.
Semua hanya memandang benci.

Padahal, benci tidak sendiri.
Ia memiliki sahabat karib.

Sahabat yang bahkan ditakdirkan hidup melampaui jaman.
Sebutlah ia Cinta.

Cinta menyiram dimana benci mencabut.
Cinta merawat dimana benci menggoreskan luka.
Cinta menumbuhkan harap, dimana benci menyisakan putus asa.
Cinta memberi senyum, tatkala benci menyebabkan air mata.
Cinta memberi nyawa, ketika benci merenggut nyawa.

Oleh Cinta, ada damai.
Oleh Cinta, ada maaf.
Oleh Cinta, ada kawan.
Oleh Cinta, ada sahabat.

Pandanglah Cinta itu.
Rasakan hangatnya menyinari hati.
Resapi damainya memenuhi jiwa.
Menggerakan raga kita untuk berbagi. Memeluk. Mencinta.

Kiranya manusia tidak lagi lupa.
Ada benci. Ada pula cinta.

Kiranya kita memilih yang tepat.

Comments

Popular posts from this blog

Benua Biru - Bag 2

Jumat 25 Juli 2014 Selamat Pagi! Fajar hari itu dilalui dari dalam perut burung besi berkode 777-200 rute Dubai-Milan. Berbagai brosur untuk mempermudah perjalanan Anda di Milan Seperti jadwal yg tertera, pesawat pun mendarat di Malpensa Aeroport, Milan, Italia, pk. 8.45 waktu setempat. 3 jam perkiraan waktu dihabiskan di penerbangan kedua ini. Tapi lumayan memberikan semangat karena disinilah perjalanan DIMULAI! Bandara Malpensa di Milan dapat dikatakan tidak terlalu besar, tapi tetap tertata rapi dan menyenangkan. Berbagai penanda dibuat untuk memudahkan pelancong. S bantal boneka yg menemani perjalanan di Benua Biru Singkat kata, akhirnya setelah memastikan semua barang bawaan sudah tersedia, kami menuju ke Bus yg menanti. Di Eropa, yg terdiri dari satu daratan luas dengan banyak sekali negara, memungkinkan bus dari negara lain untuk bisa melayani lintas batas. Seperti bus yg kami tumpangi. Stiker di badan bus bertuliskan Molteam, dan bus itu ternyata b...

It's Not About me

Greg Asimakoupoulos – Majalah Breakaway Agustus 2003 – It’s Not About Me Peter adalah seseorang yang sedari muda sudah mendambakan tantangan. Ia senang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendaki gunung, berenang, dan menjalani kompetisi  fisik untuk menguji daya tahannya. Ketika ia masuk ke Wheaton Academy, ia memanfaatkan kesempatan menghabiskan musim panasnya dengan mengikuti beberapa perjalanan misi. Perjalanan-perjalanan tersebut  adalah sebuah tantangan memberitakan injil ke Alaska, Arizona, Guatemala, dan Republik  Dominika. Tanpa memberitahukan siapapun, Peter mulai berencana berjalan menyusuri Appalachian Trail (AT) pada musim panas setelah tahun pertamanya di Wheaton College. Ia pun  berbicara pada salah satu pemimpin di perjalanan misi untuk meminta nasihat. Setelah mendengar rencana Peter, sang pemimpin menganggap rencana Peter adalah suatu tujuan yang hebat. Tetapi menurutnya, Peter tidak akan mungkin bisa melakukan itu dalam kurun waktu 3...

Belajar Dari Bebek

Pagi ini, Kamis, 4 September 2014 menjadi hari yang tidak biasa. Untuk pertama kali setelah sekian minggu, terpaksa bermalam di kantor. Ya, walau sempat sih pulang jam 3, memejamkan mata sejenak, dan kembali ke kantor pagi pagi sekali. Tapi, datang pagi ke kantor tidak pernah berakhir buruk kok. Ya, tak lama tiba di ruangan, tv sedang memutar tayangan ttg perilaku hewan, dan bintang layar kaca pagi itu adalah bebek bebek kecil. Digambarkan ada induk bebek, bersama hampir 10 anaknya yang masih sangat kecil. Mereka sedang menyusuri taman, tatkala perjalananya terhenti pada sebuah undakan. Bagi sang induk, mudah saja untuk melompat. Tapi tak demikian halnya dengan anak-anak kecilnya. Dengan tubuh yang mungil, meloncati undakan itu sama saja dengan seorang manusia yang melompat dari ketinggian 6 meter, atau hampir setinggi rumah bertingkat tiga. Tanpa bulu yang tebal dan juga badan yg sangat kecil, meloncat undakan yang setinggi 3 kali ukuran tubuhnya bisa menjadi akhir ya...