Skip to main content

Posts

Showing posts with the label My Article

It's Not About me

Greg Asimakoupoulos – Majalah Breakaway Agustus 2003 – It’s Not About Me Peter adalah seseorang yang sedari muda sudah mendambakan tantangan. Ia senang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendaki gunung, berenang, dan menjalani kompetisi  fisik untuk menguji daya tahannya. Ketika ia masuk ke Wheaton Academy, ia memanfaatkan kesempatan menghabiskan musim panasnya dengan mengikuti beberapa perjalanan misi. Perjalanan-perjalanan tersebut  adalah sebuah tantangan memberitakan injil ke Alaska, Arizona, Guatemala, dan Republik  Dominika. Tanpa memberitahukan siapapun, Peter mulai berencana berjalan menyusuri Appalachian Trail (AT) pada musim panas setelah tahun pertamanya di Wheaton College. Ia pun  berbicara pada salah satu pemimpin di perjalanan misi untuk meminta nasihat. Setelah mendengar rencana Peter, sang pemimpin menganggap rencana Peter adalah suatu tujuan yang hebat. Tetapi menurutnya, Peter tidak akan mungkin bisa melakukan itu dalam kurun waktu 3...

Menyepi di Pulau Sangiang

Kapal kayu yang digunakan untuk menyeberang Semburat mentari mengintip di balik perbukitan ketika anak buah kapal mulai bersiap. Pagi itu, 7 Juli 2016, beberapa kapal kayu bermotor tertambat di Pelabuhan Paku, Anyer, Banten.Salah satu kapal kayu itulah yang akan kami tumpangi untuk menyeberang ke Pulau Sangiang. Rombongan kami berjumlah 15 orang. Kami berangkat dari Jakarta Rabu malam agar dapat beristirahat. Tiba di Pelabuhan Paku, kami akhirnya harus memejamkan mata dan berbaring di pelataran kantor pelabuhan. Meski tidak terlalu nyaman, istirahat yang singkat sangat membantu mengisi energi sebelum menyeberang. Sekitar pukul 7 pagi itu. Kapal kami mulai bertolak. Perlahan lahan, kapal kecil yang kami tumpangi mulai membelah perairan Selat Sunda. Perjalanan pagi itu cukup menyenangkan. Ombak tidak terlalu besar sehingga tidak menyulitkan 6 orang anak buah kapal yang menahkodai kapal kami. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga 1,5 jam sebelum akhirnya kapal mulai mende...

Belajar Dari Bebek

Pagi ini, Kamis, 4 September 2014 menjadi hari yang tidak biasa. Untuk pertama kali setelah sekian minggu, terpaksa bermalam di kantor. Ya, walau sempat sih pulang jam 3, memejamkan mata sejenak, dan kembali ke kantor pagi pagi sekali. Tapi, datang pagi ke kantor tidak pernah berakhir buruk kok. Ya, tak lama tiba di ruangan, tv sedang memutar tayangan ttg perilaku hewan, dan bintang layar kaca pagi itu adalah bebek bebek kecil. Digambarkan ada induk bebek, bersama hampir 10 anaknya yang masih sangat kecil. Mereka sedang menyusuri taman, tatkala perjalananya terhenti pada sebuah undakan. Bagi sang induk, mudah saja untuk melompat. Tapi tak demikian halnya dengan anak-anak kecilnya. Dengan tubuh yang mungil, meloncati undakan itu sama saja dengan seorang manusia yang melompat dari ketinggian 6 meter, atau hampir setinggi rumah bertingkat tiga. Tanpa bulu yang tebal dan juga badan yg sangat kecil, meloncat undakan yang setinggi 3 kali ukuran tubuhnya bisa menjadi akhir ya...

Ini Cerita Mereka, Apa Cerita Kita

"GKJ??" Begitu pertanyaan setiap orang  ketika saya menerangkan tempat saya beribadah. "Gereja Kristen Jakarta," jawab saya.  "Ohh, dimana itu?" lanjutnya.. Mungkin banyak orang yang tidak tahu GKJ, karena memang tidak besar.  Banyak jemaat-jemaat GKJ dibangun dari kebaktian rumah tangga yang kecil. Dalam sebuah rumah yang sederhana, atau amat sederhana, dimana ada 1-2 keluarga yang cinta Tuhan, maka bertumbuhlah GKJ hingga saat ini.  Karena itu, suasana kekeluargaan akan amat terasa dalam lingkungan gereja GKJ. Saya katakan akan amat terasa karena memang gereja sudah layaknya rumah kedua bagi banyak orang. Bukan saja rumah dalam arti kiasan, tapi juga rumah sebenarnya.  Tempat dimana kegiatan sepele seperti memasak dan segalanya dapat dilakukan bersama oleh jemaatnya. Tapi dalam hal itulah muncul kekuatan yang menyatukan jemaat yang ada.  Memang ada positif dan negatifnya, tetapi yang ingin saya katakan adalah jarang sekali s...

Tuhan Peduli Kepada...... Seekor Anjing

http://www.ehow.com/facts_5397980_tear-stains-maltese-dog.html “Putih, makanannya dimakan dong,” ujar seorang remaja putri sembari menyodorkan wadah berisi nasi dan lauk kepada seekor anjing. Siang itu, porsi makan yang diberikan tampak lebih banyak dari pada biasanya. S ang pemilik mempersiapkan kemungkinan terburuk dimana si anjing dapat saja tidak makan berhari-hari akibat perawatan yang buruk di tempat penitipan hewan milik negara. Tapi, tak sedikitpun anjing itu tertarik akan makanan tersebut. “Ma, si putih kok enggak mau makan ya?” tampak raut kuatir di wajah remaja putri it u. Sejenak, ia melirik kepada sang ibu. “Masa sih dia ikutan puasa kaya kita?” tanyanya. “Sudahlah Ling, mungkin dia belom lapar,” nada bicara sang ibu juga tidak kalah getir daripada anak keduanya tersebut. “Iya, daripada kita kuatir terus menerus, bagaimana kalau kita berdoa saja,” sang ayah menimpali dengan usul yang jarang sekali terucap. Maklum, ia bukanlah orang percaya layaknya sang...

I'MKom, Dari Waktu Ke Waktu

Hari ini, Senin, 17 September 2012, tampaknya menjadi momen yang tepat untuk berbagi. Berbagi perjuangan yang dilakukan dua tahun silam, berbagi memory yang terlalu berharga untuk dipendam sendiri, serta berbagi harapan agar kelak dapat diwujudkan bersama-sama.  Kenapa waktu ini yang dipilih, karena sepertinya ini tahun terakhir dapat melihat perkembangan I'M Kom secara langsung dan menjadi bagian di dalamnya (secara resmi). Jadi, tampaknya ini waktu yang tepat. Dua tahun silam, dalam periode waktu yang sama, kesibukan sungguh terasa dalam hari-hari yang dijalani. Meski masih menjadi mahasiswa yang duduk di semester 5, kesibukan bukan didominasi oleh tugas, melainkan oleh suatu project khusus, yang sebenarnya dimulai sejak akhir semester ke-4. Sebagai universitas yang relatif baru, belum banyak organisasi kemahasiswaan yang berdiri untuk mengakomodir semangat dan gairah muda setiap mahasiswa UMN. Sejak awal, sudah ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), selain itu ada pula ...

Bersama Singkong, Sidik Mengejar Kesuksesan

Beberapa saat lalu, saya sudah menuliskan perjuangan dari seorang pengusaha kerupuk singkong dari Bekasi. Berikut beberapa foto yang diambil penulis. Sidik tengah duduk di ruang tamu rumahnya. Tampak di latar foto dirinya bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menerima penghargaan dari salah satu stasiun tv swasta. Sidik di atas sepeda motor yang digunakan untuk menjual keripik buatannya ke Jakarta. Sidik dan sepeda motor yang merupakan hadiah atas penghargaan yang diterimanya dari salah satu stasiun tv swasta. Sepeda motor ini khusus dimodifikasi untuk mengakomodir kekurangan yang dimiliki Sidik. Sidik tengah memperhatikan potongan singkong yang sedang  dijemur. Terkadang ia harus menghalau kambing-kambing yang tertarik dengan singkongnya. Sidik dan singkong yang sudah kering dijemur . Salah satu peralatan yang digunakan untuk membuat kerupuk singkong. Dengan alat ini, singkong yang masih mengandung air diperas hingga kering. Da...