Skip to main content

Salam Tiga Jari


Gedung Mahkamah Konstitusi



Kemarin, putusan MK sudah dibacakan.

Seyogyanya, semua pihak yg terkait mengambil sikap hormat dan mengikuti hasil tersebut. Karena, lucu kan, kalau kita dengan yakin membawa sebuah masalah ke mahkamah, tapi pada ujungnya tidak mau mengikuti hasil putusan itu.

Itu di satu sisi.

Di sisi lain, cukuplah sudah kita saling mengejek, mencaci maki ataupun menghina mereka yg mungkin selama ini tidak sejalan.

Mereka yg mungkin mengatasnamakan Tuhan. Memelintir ayat-ayat alam kitab suci. Mereka yang tidak ragu "berdoa" agar Sang Pencipta mengabulkan "paksaan" mereka. Mereka yang mengaku pihak yang paling benar.

Negeri ini tidak akan jalan kemana-mana jika perbedaan dan keberagaman yg ada masih dihayati dengan permusuhan ataupun perselisihan.

Daripada menyebarkan pandangan yg berbeda, mengapa kita tidak mencoba menyebarkan belas kasih. Bukankah itu yg esensi dalam hidup ini?

Belas kasih itu berarti mengampuni. Mengampuni artinya tidaklah membangkit-bangkitkan masalah yg ditimbulkan oleh mereka yg mungkin salah memilih jalan.

Dan yang pasti, mengampuni tidak pernah lebih buruk daripada mendendam, karena pengampunan sejatinya bukan berarti "ampunan" memberi kepada orang lain, tapi memberi kesempatan pada hati kita masing masing untuk merasakan damai.

Lagipula, siapa di dunia ini yang tidak pernah salah?

"Siapa yang tidak pernah berdosa, hendaklah ia yang melemparkan batu pertama kali," begitu kata orang bijak.

Comments

Popular posts from this blog

Benua Biru - Bag 2

Jumat 25 Juli 2014 Selamat Pagi! Fajar hari itu dilalui dari dalam perut burung besi berkode 777-200 rute Dubai-Milan. Berbagai brosur untuk mempermudah perjalanan Anda di Milan Seperti jadwal yg tertera, pesawat pun mendarat di Malpensa Aeroport, Milan, Italia, pk. 8.45 waktu setempat. 3 jam perkiraan waktu dihabiskan di penerbangan kedua ini. Tapi lumayan memberikan semangat karena disinilah perjalanan DIMULAI! Bandara Malpensa di Milan dapat dikatakan tidak terlalu besar, tapi tetap tertata rapi dan menyenangkan. Berbagai penanda dibuat untuk memudahkan pelancong. S bantal boneka yg menemani perjalanan di Benua Biru Singkat kata, akhirnya setelah memastikan semua barang bawaan sudah tersedia, kami menuju ke Bus yg menanti. Di Eropa, yg terdiri dari satu daratan luas dengan banyak sekali negara, memungkinkan bus dari negara lain untuk bisa melayani lintas batas. Seperti bus yg kami tumpangi. Stiker di badan bus bertuliskan Molteam, dan bus itu ternyata b...

It's Not About me

Greg Asimakoupoulos – Majalah Breakaway Agustus 2003 – It’s Not About Me Peter adalah seseorang yang sedari muda sudah mendambakan tantangan. Ia senang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendaki gunung, berenang, dan menjalani kompetisi  fisik untuk menguji daya tahannya. Ketika ia masuk ke Wheaton Academy, ia memanfaatkan kesempatan menghabiskan musim panasnya dengan mengikuti beberapa perjalanan misi. Perjalanan-perjalanan tersebut  adalah sebuah tantangan memberitakan injil ke Alaska, Arizona, Guatemala, dan Republik  Dominika. Tanpa memberitahukan siapapun, Peter mulai berencana berjalan menyusuri Appalachian Trail (AT) pada musim panas setelah tahun pertamanya di Wheaton College. Ia pun  berbicara pada salah satu pemimpin di perjalanan misi untuk meminta nasihat. Setelah mendengar rencana Peter, sang pemimpin menganggap rencana Peter adalah suatu tujuan yang hebat. Tetapi menurutnya, Peter tidak akan mungkin bisa melakukan itu dalam kurun waktu 3...

Belajar Dari Bebek

Pagi ini, Kamis, 4 September 2014 menjadi hari yang tidak biasa. Untuk pertama kali setelah sekian minggu, terpaksa bermalam di kantor. Ya, walau sempat sih pulang jam 3, memejamkan mata sejenak, dan kembali ke kantor pagi pagi sekali. Tapi, datang pagi ke kantor tidak pernah berakhir buruk kok. Ya, tak lama tiba di ruangan, tv sedang memutar tayangan ttg perilaku hewan, dan bintang layar kaca pagi itu adalah bebek bebek kecil. Digambarkan ada induk bebek, bersama hampir 10 anaknya yang masih sangat kecil. Mereka sedang menyusuri taman, tatkala perjalananya terhenti pada sebuah undakan. Bagi sang induk, mudah saja untuk melompat. Tapi tak demikian halnya dengan anak-anak kecilnya. Dengan tubuh yang mungil, meloncati undakan itu sama saja dengan seorang manusia yang melompat dari ketinggian 6 meter, atau hampir setinggi rumah bertingkat tiga. Tanpa bulu yang tebal dan juga badan yg sangat kecil, meloncat undakan yang setinggi 3 kali ukuran tubuhnya bisa menjadi akhir ya...