Skip to main content

Posts

BANJIR, INSTAGRAM, DAN NUSANTARA

BANJIR, INSTAGRAM, DAN NUSANTARA 15 Hari dilalui di tahun 2014, ketika kawan lama kembali menyapa Jakarta, banjir. Meski area yang tergenang kini sudah tidak seluas di tahun tahun sebelumnya, tapi tetap saja, bencana mendatangkan nestapa bagi yang dikunjunginya. Jika tahun lalu areal banjir menjangkau kawasan yg disebut elit di Jakarta Utara, kini banjir  di tempat itu, tidak terjadi lagi. Yang ini konon katanya berkat tindakan Pak Gub dan Wagub DKI baru yg segera menormalisasi beberapa waduk dan sungai di Ibukota. Ya, saya sih juga mengakuinya ya. Selain berbeda dalam luas area cakupan, banjir tahun ini juga berbeda dalam hal lainnya. Nah, jika tahun lalu yg dicari cari adalah si gubernur dan wakil gubernur terpilih, maka tahun ini yang dicari cari bukan mereka, tapi istri mereka. Ada apa gerangan? Bukan rakyat yang kebanjiran yang mencari, bukan pula mereka yang kesulitan dan terjebak di jalan akibat air yang menggenang, tapi PEREMPUAN NO SATU DI NEGERI INI!...

Tauladan Sang Bapak Bangsa

Kala yang lain memanfaatkan posisi untuk memperkaya diri sendiri,  Ia menjadi teladan nyata akan kejujuran dan hidup dari apa yang menjadi bagiannya.

Bola Hitam dan Bola Putih

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi.  Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja. Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, "Tuan, nggak kasian sama den Bagus ? Masa sepeda nggak punya... apa tuan juga nggak malu?" SoaInya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan.. maka dipanggillah si anak,  ditawarin mau sepeda yang kayak gimana, merek apa..dan si anak cuma bilang, "Nggak usah repot2 pi,  aku dibeliin bola item bola putih aja.." Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. "Kenapa bola item dan putih?" "Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja." Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, jadi papinya nerima2 aja.  Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepe...

Ini Cerita Mereka, Apa Cerita Kita

"GKJ??" Begitu pertanyaan setiap orang  ketika saya menerangkan tempat saya beribadah. "Gereja Kristen Jakarta," jawab saya.  "Ohh, dimana itu?" lanjutnya.. Mungkin banyak orang yang tidak tahu GKJ, karena memang tidak besar.  Banyak jemaat-jemaat GKJ dibangun dari kebaktian rumah tangga yang kecil. Dalam sebuah rumah yang sederhana, atau amat sederhana, dimana ada 1-2 keluarga yang cinta Tuhan, maka bertumbuhlah GKJ hingga saat ini.  Karena itu, suasana kekeluargaan akan amat terasa dalam lingkungan gereja GKJ. Saya katakan akan amat terasa karena memang gereja sudah layaknya rumah kedua bagi banyak orang. Bukan saja rumah dalam arti kiasan, tapi juga rumah sebenarnya.  Tempat dimana kegiatan sepele seperti memasak dan segalanya dapat dilakukan bersama oleh jemaatnya. Tapi dalam hal itulah muncul kekuatan yang menyatukan jemaat yang ada.  Memang ada positif dan negatifnya, tetapi yang ingin saya katakan adalah jarang sekali s...

Silent Scream

Sumber : Google Teriakan ini mungkin tidak terdengar.  Tapi, teriakan ini ada.  Hi Mommy...!     Aku memang hanya 3/4 inci saja panjangnya,  Tp aku sudah punya seluruh organ tubuh.  Aku suka suaramu.  Setiap kali aku mendengarnya, aku pasti menggoyangkan tangan dan kakiku. Suara detak jantungmu adalah lagu kesukaanku.  Month Two.  Mommy,  Hari ini aku belajar menghisap jariku  Bila kamu bisa melihatku  Ibu pasti tau kalau aku adalah bayimu. Aku memang belum cukup besar tuk hidup di luar. Betapa nyaman dan hangat di dalam sini, ibu.  Month Three.  Tahukah kamu ibu???  Aku anak perempuan atau laki-laki? Aku harap ibu bahagia karenanya.  Aku selalu berharap ibu selalu bahagia.  Karena bila kamu sedih,  Akupun ikut sedih.  Dan aku pun ikut menangis walaupun ibu tidak bisa mendengarnya.  Month Four.  Mommy,  Rambutku mulai tumbuh.  Memang masih pendek dan halus ...

CHAPTER XI, GREATEST STORY EVER TOLD

Sumber : Google Besok adalah hari ulang tahun Marissa. Naldo tiba di pintu gereja. Berjalan dengan langkah gontai. Ia berlutut. Berdoa dalam hatinya. ”Tuhan, apa yang harus kulakukan untuk menebus waktu yang tersisa? Aku hanya tidak ingin kehilangan dia. Tanpa dia apa artinya aku ini?” Tiba-tiba ia tersadar. Dengan menengadahkan kepalanya ke langit-langit gereja yang megah dihiasi ornamen-ornamen tua. Senyum akan harapan baru merekah menghias wajahnya. ”Terima kasih Tuhan, aku tahu apa yang harus kulakukan untuk membahagiakan Dia,” dengan segera ia bangkit. *** Jam 12 malam. Marissa terlelap. Bibirnya sedikit terbuka menampilkan sederet giginya yang rusak karena obat. Tanpa ia sadari Naldo masuk dan mengecup tangannya. Perlahan Marissa membuka matanya. Melihat pangerannya duduk mendampingi. ”Naldo?” ia terheran-heran. ”Happy Birthday,” senyum Naldo mengembang. Ia mengulurkan sebuah kado pada Marissa. Kado itu berbentuk tabung. Bulat panjang berwarna kuni...

Jurnalisme (Bag. I)

Sumber : Google Apakah yang terlintas di dalam benak kita sewaktu mendengar kata jurnalisme? Mungkin kita teringat akan berita di koran yang kita baca setiap hari, atau membayangkan profesi wartawan yang mengejar narasumber seperti yang acapkali terlihat di media televisi dewasa ini. Namun jika kita meneliti secara mendalam, maka gambaran mengenai jurnalisme yang kita sering temui saat ini akan tampak jauh berbeda dengan bagaimana jurnalisme itu sendiri tercipta. Menurut sejarahwan Mitchell Stephens, berita tercipta karena naluri manusia, yaitu naluri kesadaran. Dimana mereka membutuhkan p engetahuan tentang sesuatu untuk dapat member ikan mereka rasa aman, sehingga membuat mereka bisa merencanakan dan mengatur hidup mereka. Selanjutnya, proses s aling tukar informasi ini menjadi dasar untuk menciptakan komunitas, yang membuat ikatan antar manusia. Selain itu, sejarah juga mengungkap hal lain, yaitu makin demokratis sebuah masyarakat, makin banyak berita dan informasi yang ...