Skip to main content

Posts

Benua Biru - Bag 2

Jumat 25 Juli 2014 Selamat Pagi! Fajar hari itu dilalui dari dalam perut burung besi berkode 777-200 rute Dubai-Milan. Berbagai brosur untuk mempermudah perjalanan Anda di Milan Seperti jadwal yg tertera, pesawat pun mendarat di Malpensa Aeroport, Milan, Italia, pk. 8.45 waktu setempat. 3 jam perkiraan waktu dihabiskan di penerbangan kedua ini. Tapi lumayan memberikan semangat karena disinilah perjalanan DIMULAI! Bandara Malpensa di Milan dapat dikatakan tidak terlalu besar, tapi tetap tertata rapi dan menyenangkan. Berbagai penanda dibuat untuk memudahkan pelancong. S bantal boneka yg menemani perjalanan di Benua Biru Singkat kata, akhirnya setelah memastikan semua barang bawaan sudah tersedia, kami menuju ke Bus yg menanti. Di Eropa, yg terdiri dari satu daratan luas dengan banyak sekali negara, memungkinkan bus dari negara lain untuk bisa melayani lintas batas. Seperti bus yg kami tumpangi. Stiker di badan bus bertuliskan Molteam, dan bus itu ternyata b...

Benua Biru - Bag. 1

Kamis, 24 Juli 2014. Hari itu bangun pagi dengan semangat yg berbeda. "Gue tahu gue akan makan malam di negara yg berbeda..." benak sudah terisi berbagai imajinasi yg bermain lincah. Ya. Ga terasa hari yg ditunggu datang. Liburan keluarga! Kegiatan di kantor berjalan agak lama rasanya. Memastikan semua naskah sudah terkonfirm, juga semua bahan editing sudah tersedia. Selepas makan siang, telepon bimbit berbunyi. "Papa berangkat ya dari rumah." Kabar yg dinanti tiba. Itu tandanya untuk bergegas menuju ke bandara. Hari itu, sesuai dengan rencana gue dan keluarga besar akan pergi liburan sama sama. Sayangnya, anggota nya tidak lengkap. Ade gue yg paling kecil terpaksa (memaksa sih lebih tepatnya) buat stay ga ikut gara gara urusan kampusnya. Sementara sepupu gue ada satu yg harus sekolah di Ausi. Satu liburan lagi dimana tidak lengkap anggotanya. Waktu menunggu yg cukup lama membuat logo toilet di lounge Bandara Soetta pun menjadi objek bidik kamera. ...

TRANSAKSI POLITIK yang BAIK

Apakah transaksi politik selalu berkonotasi negatif? Seharusnya tidak, tapi semua jadi berubah ketika ada salah satu pihak yang tak jua mendapat relawan, dan akhirnya menghalalkan segala cara lewat orang bayaran.. Selembar pakaian yang diselipin lembaran lima puluh ribu.. Atau sebungkus kotak makan siang yang dihiasi uang seratus ribu.. Menurut saya ini tidak lebih dari cara rendahan. Menghargai aspirasi dan kepercayaan rakyat hanya lewat lembaran rupiah. Seakan rakyat tiada harganya dan hanya pantas dinominalkan dengan uang. Padahal, dalam politik, TRANSAKSI, adalah sebuah keniscayaan. Dukungan Artis untuk Jokowi-JK Bagaimana kita menyebut para artis yang mendukung dengan penuh semangat? Bagaimana kita menyebut para seniman yang tiada lelah membuat berbagai karya meski tanpa pesanan? Masyarakat menyumbang untuk Jokowi-JK Bagaimana kita menyebut ribuan orang yang menyumbang hasil jerih payah mereka dengan penuh keceriaan? Bukankah itu semua transaks...

ANDAKAH PELAKU KORUPSI?

Tercekak rasanya tenggorokan ini melihat satu demi satu harta dari salah seorang tersangka koruptor yang disita oleh komisi anti rasuah di negeri ini. Dengan usianya yang "baru" menginjak 44 tahun, tentu menjadi "prestasi" jika melihat deretan mobil-mobilnya yang kini menjadikan KPK bak showroom mobil mewah.  Sebut saja, 1 Bentley hitam, 1 Rolls Royce hitam, 1 Lamborghini putih, dan 1 Ferrari merah. Itu belum ditambah belasan mobil lainnya dan juga motor tenar Harley Davidson. Dan itu dihasilkan lewat "kerja keras" meraup proyek demi proyek di salah satu provinsi yang pembangunannya malah disebut paling tertinggal di seantero Indonesia ini. Tentunya dengan sedikit bantuan hubungan keluarga dari kepala daerahnya. Tapi itu tentu belum apa-apa dibandingkan yang satu ini. Akan sulit mengatupkan mulut jika kelakuan seorang yang pernah dianggap orang yang "paling" mengerti mengenai konstitusi, justru mencederai esensi dari kontitusi itu sendiri....

BANJIR, INSTAGRAM, DAN NUSANTARA

BANJIR, INSTAGRAM, DAN NUSANTARA 15 Hari dilalui di tahun 2014, ketika kawan lama kembali menyapa Jakarta, banjir. Meski area yang tergenang kini sudah tidak seluas di tahun tahun sebelumnya, tapi tetap saja, bencana mendatangkan nestapa bagi yang dikunjunginya. Jika tahun lalu areal banjir menjangkau kawasan yg disebut elit di Jakarta Utara, kini banjir  di tempat itu, tidak terjadi lagi. Yang ini konon katanya berkat tindakan Pak Gub dan Wagub DKI baru yg segera menormalisasi beberapa waduk dan sungai di Ibukota. Ya, saya sih juga mengakuinya ya. Selain berbeda dalam luas area cakupan, banjir tahun ini juga berbeda dalam hal lainnya. Nah, jika tahun lalu yg dicari cari adalah si gubernur dan wakil gubernur terpilih, maka tahun ini yang dicari cari bukan mereka, tapi istri mereka. Ada apa gerangan? Bukan rakyat yang kebanjiran yang mencari, bukan pula mereka yang kesulitan dan terjebak di jalan akibat air yang menggenang, tapi PEREMPUAN NO SATU DI NEGERI INI!...

Tauladan Sang Bapak Bangsa

Kala yang lain memanfaatkan posisi untuk memperkaya diri sendiri,  Ia menjadi teladan nyata akan kejujuran dan hidup dari apa yang menjadi bagiannya.

Bola Hitam dan Bola Putih

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi.  Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja. Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, "Tuan, nggak kasian sama den Bagus ? Masa sepeda nggak punya... apa tuan juga nggak malu?" SoaInya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan.. maka dipanggillah si anak,  ditawarin mau sepeda yang kayak gimana, merek apa..dan si anak cuma bilang, "Nggak usah repot2 pi,  aku dibeliin bola item bola putih aja.." Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. "Kenapa bola item dan putih?" "Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja." Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, jadi papinya nerima2 aja.  Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepe...