Skip to main content

Tiga hal yang "TIDAK BOLEH" bagi orang Indonesia


3 hal yang sebenarnya tidak boleh dimiliki oleh bangsa indonesia, karena, tanpa ketiga hal ini, tampaknya bangsa ini akan jadi lebih baik, tapi ini hanya kemungkinan: 

1. Orang indonesia sebaiknya tidak memiliki kendaraan bermotor. Orang dapat saja ramah ketika berpapasan dengan orang lain, saling mengucapkan salam, dan mempersilahkan orang lain berlalu lebih dahulu. Tetapi, semuanya niscaya berubah jika mereka tengah menunggangi motor atau berada di balik kemudi. Dengan kendaraan bermotornya, kecil kemungkinan mereka akan mendahulukan orang lain, bahkan seorang pejalan kaki sekalipun. Ibarat pembalap yang mengejar kemenangan, setiap meter badan jalan amatlah berharga. Tak jarang, trotoar pun diterjang begitu rupa.

2. Orang indonesia sebaiknya tidak mengenakan seragam. Tatkala seseorang tidak berseragam, mereka bertindak sopan dan lembut. Tetapi jika mereka telah berseragam (khususnya yang ada tulisan satpol **), maka kelembutan itu akan berubah menjadi ayunan tongkat dan kekerasan yang tidak pernah lelah menggusur. Atau menjelma menjadi sosok penguasa yang haus untuk dilayani.

3. Orang indonesia tidak boleh memiliki kekuasaan. Orang yang tidak berwenang akan berusaha sekuat mungkin untuk membela negara, tapi orang yang berkuasa akan sekuat mungkin membela posisinya. Lihat saja pemimpin yang memimpin 32 tahun, atau para calon petahana di berbagai posisi yang sekuat mungkin berjuang demi kursinya. Jabatan bukan lagi pelayanan, tetapi menjadi sumber kekuasaan dan harta.  

Artikel ini ditulis berdasarkan wacana yang disampaikankan oleh James Luhulima di kelas Penulisan Tajuk Rencana dan Opini.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Dari Balik Kemudi

ANGKUTAN UMUM DI KOTA METROPOLITAN ilustrasi: mikrolet Jakarta, Perkembangan Sebuah Metropolitan Jakarta atau juga dikenal sebagai Provinsi DKI Jakarta adalah kota provinsi yang terletak di utara Pulau Jawa. Berdasarkan letak geografisnya, Jakarta berbatasan langsung dengan dua provinsi lainnya, yaitu Banten dan Jawa Barat. Merilis data yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta pada Januari 2009, Jakarta memiliki luas sekitar 740 km² dan penduduknya berjumlah 8.489.910 jiwa. Kota Jakarta sebagai sebuah kota mandiri memiliki sejarah yang amat panjang. Kota ini telah berkembang sejak abad ke-16, dan pada masa itu dikenal dengan nama Kalapa. [1] Pada masa tersebut, Jakarta telah menjadi pusat berbagai kegiatan, baik itu yang berkaitan dengan politik, ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. Pemusatan itu salah satunya dipengaruhi oleh letak Jakarta yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga menjadi tempat transit bagi perdagangan rempah-rem...

Menyepi di Pulau Sangiang

Kapal kayu yang digunakan untuk menyeberang Semburat mentari mengintip di balik perbukitan ketika anak buah kapal mulai bersiap. Pagi itu, 7 Juli 2016, beberapa kapal kayu bermotor tertambat di Pelabuhan Paku, Anyer, Banten.Salah satu kapal kayu itulah yang akan kami tumpangi untuk menyeberang ke Pulau Sangiang. Rombongan kami berjumlah 15 orang. Kami berangkat dari Jakarta Rabu malam agar dapat beristirahat. Tiba di Pelabuhan Paku, kami akhirnya harus memejamkan mata dan berbaring di pelataran kantor pelabuhan. Meski tidak terlalu nyaman, istirahat yang singkat sangat membantu mengisi energi sebelum menyeberang. Sekitar pukul 7 pagi itu. Kapal kami mulai bertolak. Perlahan lahan, kapal kecil yang kami tumpangi mulai membelah perairan Selat Sunda. Perjalanan pagi itu cukup menyenangkan. Ombak tidak terlalu besar sehingga tidak menyulitkan 6 orang anak buah kapal yang menahkodai kapal kami. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga 1,5 jam sebelum akhirnya kapal mulai mende...

It's Not About me

Greg Asimakoupoulos – Majalah Breakaway Agustus 2003 – It’s Not About Me Peter adalah seseorang yang sedari muda sudah mendambakan tantangan. Ia senang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendaki gunung, berenang, dan menjalani kompetisi  fisik untuk menguji daya tahannya. Ketika ia masuk ke Wheaton Academy, ia memanfaatkan kesempatan menghabiskan musim panasnya dengan mengikuti beberapa perjalanan misi. Perjalanan-perjalanan tersebut  adalah sebuah tantangan memberitakan injil ke Alaska, Arizona, Guatemala, dan Republik  Dominika. Tanpa memberitahukan siapapun, Peter mulai berencana berjalan menyusuri Appalachian Trail (AT) pada musim panas setelah tahun pertamanya di Wheaton College. Ia pun  berbicara pada salah satu pemimpin di perjalanan misi untuk meminta nasihat. Setelah mendengar rencana Peter, sang pemimpin menganggap rencana Peter adalah suatu tujuan yang hebat. Tetapi menurutnya, Peter tidak akan mungkin bisa melakukan itu dalam kurun waktu 3...