Skip to main content

Be Healthy, Day by Day

Kesehatan adalah barang mahal dewasa ini. Meski seseorang memiliki kekayaan yang berlimpah, tanpa adanya kesehatan yang prima, niscaya ia tidak dapat menikmati harta yang dimilikinya. 

Salah satu organ yang berperan penting dalam dalam menjaga kesehatan tubuh manusia adalah organ hati. Organ terbesar dalam tubuh manusia ini memiliki fungsi utama sebagai "penetral" racun yang ada dalam tubuh. Meskipun berfungsi sebagai penetral racun, hati tidaklah kebal dari sakit penyakit, antara lain kanker dan kerusakan hati. Ironisnya, penyebab kerusakan hati ternyata sangat sederhana dan dimulai dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Beberapa penyebab utama kerusakan hati adalah :
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak buang air besar pada pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan (Daging panggang, sate, dan gorengan / minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil....) Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan..
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba.
6.. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan.
7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak ½ matang.
8. Merokok atau menjadi perokok pasif.

Karena berasal dari kebiasaan sehari-hari. Pencegahan terhadap kerusakan hati dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Yang terpenting adalah mengatur gaya hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu juga sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.

Berikut "jadwal" aktivitas organ di dalam tubuh manusia sehari-hari :
Ø Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun(de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
Ø Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Ø Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Ø Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.
Ø Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
Ø Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30... Makan pagi sebelum pk 07...30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Semoga Bermanfaat... 

Disadur dari : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=428748587162924&set=a.109101765794276.5719.106221746082278&type=1&ref=nf

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Dari Balik Kemudi

ANGKUTAN UMUM DI KOTA METROPOLITAN ilustrasi: mikrolet Jakarta, Perkembangan Sebuah Metropolitan Jakarta atau juga dikenal sebagai Provinsi DKI Jakarta adalah kota provinsi yang terletak di utara Pulau Jawa. Berdasarkan letak geografisnya, Jakarta berbatasan langsung dengan dua provinsi lainnya, yaitu Banten dan Jawa Barat. Merilis data yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta pada Januari 2009, Jakarta memiliki luas sekitar 740 km² dan penduduknya berjumlah 8.489.910 jiwa. Kota Jakarta sebagai sebuah kota mandiri memiliki sejarah yang amat panjang. Kota ini telah berkembang sejak abad ke-16, dan pada masa itu dikenal dengan nama Kalapa. [1] Pada masa tersebut, Jakarta telah menjadi pusat berbagai kegiatan, baik itu yang berkaitan dengan politik, ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. Pemusatan itu salah satunya dipengaruhi oleh letak Jakarta yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga menjadi tempat transit bagi perdagangan rempah-rem...

Menyepi di Pulau Sangiang

Kapal kayu yang digunakan untuk menyeberang Semburat mentari mengintip di balik perbukitan ketika anak buah kapal mulai bersiap. Pagi itu, 7 Juli 2016, beberapa kapal kayu bermotor tertambat di Pelabuhan Paku, Anyer, Banten.Salah satu kapal kayu itulah yang akan kami tumpangi untuk menyeberang ke Pulau Sangiang. Rombongan kami berjumlah 15 orang. Kami berangkat dari Jakarta Rabu malam agar dapat beristirahat. Tiba di Pelabuhan Paku, kami akhirnya harus memejamkan mata dan berbaring di pelataran kantor pelabuhan. Meski tidak terlalu nyaman, istirahat yang singkat sangat membantu mengisi energi sebelum menyeberang. Sekitar pukul 7 pagi itu. Kapal kami mulai bertolak. Perlahan lahan, kapal kecil yang kami tumpangi mulai membelah perairan Selat Sunda. Perjalanan pagi itu cukup menyenangkan. Ombak tidak terlalu besar sehingga tidak menyulitkan 6 orang anak buah kapal yang menahkodai kapal kami. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga 1,5 jam sebelum akhirnya kapal mulai mende...

It's Not About me

Greg Asimakoupoulos – Majalah Breakaway Agustus 2003 – It’s Not About Me Peter adalah seseorang yang sedari muda sudah mendambakan tantangan. Ia senang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendaki gunung, berenang, dan menjalani kompetisi  fisik untuk menguji daya tahannya. Ketika ia masuk ke Wheaton Academy, ia memanfaatkan kesempatan menghabiskan musim panasnya dengan mengikuti beberapa perjalanan misi. Perjalanan-perjalanan tersebut  adalah sebuah tantangan memberitakan injil ke Alaska, Arizona, Guatemala, dan Republik  Dominika. Tanpa memberitahukan siapapun, Peter mulai berencana berjalan menyusuri Appalachian Trail (AT) pada musim panas setelah tahun pertamanya di Wheaton College. Ia pun  berbicara pada salah satu pemimpin di perjalanan misi untuk meminta nasihat. Setelah mendengar rencana Peter, sang pemimpin menganggap rencana Peter adalah suatu tujuan yang hebat. Tetapi menurutnya, Peter tidak akan mungkin bisa melakukan itu dalam kurun waktu 3...